Iklan

Iklan

,

Iklan

Muhammadiyah Pilih BCA Syariah Kerjasama Tandatangani Nota Kesepahaman

Redaksi
Rabu, 03 Juli 2024, 10:42 WIB Last Updated 2024-07-03T03:42:59Z


YOGYAKARTA —
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah lakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT. Bank BCA Syariah pada Selasa (2/7/2024) di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta.


Hadir dalam acara ini Ketua Um um PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, Syamsul Anwar, serta Sekretaris Muhammad Sayuti, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Bambang Setiaji dan Sekretaris Ahmad Muttaqin.


Serta Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gunawan Budianto, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Warsiti, dan Wakil Rektor II Universitas Ahmad Dahlan Utik Bidayati.


Dalam sambutannya, Haedar berharap dari MoU ini berdampak pada peningkatan taraf hidup rakyat banyak. Hematnya, poin peningkatan taraf hidup rakyat ini sering terabaikan. Oleh karena itu, dia berpesan supaya perbankan lebih-lebih milik negara untuk mengingat poin tersebut.


“Hakikat dan keberadaan perbankan mesti dilakukan rekonstruksi sebenarnya, sehingga dalam menyalurkannya dapat meningkatkan taraf hidup rakyat banyak,” katanya.


Negara diharapkan hadir dan mengatur sedemikian rupa supaya hal itu bisa direalisasikan oleh perbankan. Haedar optimis semua pihak ingin merealisasikan itu, tapi semua memiliki dinamika masing-masing yang berdampak pada lupa dari tujuan semula.


“Akibatnya bukan untuk sebanyak-banyaknya rakyat banyak, tapi malah kepada segelintir orang,” imbuhnya.


Merujuk pada pernyataan Bung Hatta, Haedar menyampaikan tentang Ekonomi Terpimpin yang mengarahkan negara supaya hadir melalui kebijakan sehingga ekonomi bisa berdampak seluas-luasnya untuk rakyat banyak.


Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi ini menjelaskan, dalam sebuah sistem atau tatanan birokrasi, Muhammadiyah mendorong perbankan untuk memberlakukan sistem good government dan meritokrasi dalam pelaksanaan birokrasi tersebut.


“Muhammadiyah paling suka sistem yang good government dan profesional. Mengangkat orang sesuai dengan ahlinya, kalau urusan diserahkan bukan ke ahlinya akan menyebabkan kehancuran,” tuturnya.


Pos-pos penting publik diharapkan Haedar Nashir diisi oleh sosok yang berintegritas — amanah dan terpercaya, sehingga dalam mengemban jabatan itu tidak diselewengkan. Jangan sampai mencampur adukkan kepentingan pribadi, sehingga kepentingan rakyat banyak terabaikan.


Selama ini Muhammadiyah, kata Haedar, memiliki etos membangun yang manfaatnya tidak untuk diri sendiri, melainkan untuk semua. Bahkan ketika pemerintah belum mampu untuk membangun institusi pendidikan, misalnya, Muhammadiyah sudah hadir terlebih dahulu untuk membangun.


“Kita bersama BCA berusaha membangun untuk kepentingan orang banyak,” harap Haedar.


Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli  Melati Suryaningrum menyampaikan, pihaknya telah lama ingin melakukan MoU dengan PP Muhammadiyah. Hal itu diinginkan karena besarnya jaringan Muhammadiyah, baik di pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi di seluruh Indonesia.


“Kami juga mendapat penghargaan dari OJK, Bank Syariah terbaik untuk pembukaan rekening pelajar,” ungkapnya.


Selain itu, BCA Syariah juga memiliki kepedulian untuk peningkatan kesejahteraan, fokusnya pada peningkatan perekonomian masyarakat terutama perempuan-perempuan pelaku UMKM, yang pada 2023-2024 mencapai 1.949 peserta.


Nota Kesepahaman antara PP Muhammadiyah dengan PT. BCA Syariah ini tentang penyediaan produk dan jasa perbankan BCA Syariah. Turut hadir perwakilan dari BCA ada Antonius Widodo Mulyono Direktur BCA Konvensional,  Pranata – Direktur, Nadia Amalia – Corporate Secretary.


Perbankan Untuk Kesejahteraan Rakyat Banyak


Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mendorong dunia perbankan untuk implementasikan tujuan sesuai amanat konstitusi yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak.


Hal itu disampaikan oleh Haedar Nashir pada Selasa (2/7/2024) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta dalam agenda Penandatangan Nota Kesepahaman antara PP Muhammadiyah dengan PT. Bank BCA Syariah.


Terkait dengan kerja sama yang dibangun antara PP Muhammadiyah dengan PT. Bank BCA Syariah, Haedar menuturkan, bahwa kerja sama ini sudah dijalani sejak lama. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu perbankan untuk melaksanakan tujuan sesuai dengan konstitusi.


“Dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat, Muhammadiyah dengan gerak sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan dakwah itu tujuannya untuk menjadikan masyarakat menjadi yang terbaik,” katanya.


Muhammadiyah membuka diri dengan pihak manapun untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan dan menjadikan rakyat maju. Termasuk kerja sama dengan berbagai bank syariah dengan prinsip menjaga amanah, diharapkan meningkatkan produktivitas masyarakat.


Lebih khusus Haedar menyoroti keberpihakan perbankan terhadap UMKM, sebab di lini ekonomi ini rakyat mayoritas menumpukan hidup. Muhammadiyah memiliki keberpihakan nyata terhadap kelompok UMKM, dan itu menurutnya tidak bisa dilakukan sepihak – melainkan dibutuhkan kerja sama dengan swasta maupun pemerintah.


“Muhammadiyah ingin kita semakin menunjukkan, membuktikan, mampu mengelola bangsa ini dan rakyat dengan good government, dengan prinsip-prinsip profesional, moralitas elit dan warga bangsa, agar Indonesia bisa dibangun dengan pengkhidmatan,” imbuhnya.


Saat ini Indonesia masih memiliki berbagai tantangan, khususnya untuk memberikan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia, rendahnya pendidikan, susahnya akses kesehatan, daya saing bangsa yang masih rendah, maka penting terus bekerja sama untuk membangun bangsa dan negara Indonesia.


“Dalam Al Qur’an itu bekerja sama lah dalam kebaikan  dan ketakwaan. Muhammadiyah itu sudah banyak menjalin kerja sama bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka, baik dengan pemerintahan, agama, dan berbagai golongan yang berbeda sekalipun,” katanya.


Sementara itu, menyikapi isu yang berkembang terkait dengan kebijakan Muhammadiyah. Haedar Nashir menegaskan, Muhammadiyah tetap berjalan secara rasional dan paling utama menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri, maupun golongan.***

Iklan

UMBandung