Iklan

buku

Iklan

buku
,

Iklan

3 Pijakan Islam Berkemajuan Membangun Bisnis sebagai Jalan Dakwah

Redaksi
Sabtu, 31 Januari 2026, 05:33 WIB Last Updated 2026-01-30T22:33:09Z


YOGYAKARTA —
Ekonomi yang berkemajuan, sebagai ikhtiar mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, hendaknya tercipta dengan adanya bisnis yang mengedepankan nilai-nilai Islam dalam pengelolaannya.


Bendahara Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syauqi Soeratno, disebut sebagai Islamic Sosio-Preneurship.


“Islamic Sosio-Preneurship merupakan konsepsi entrepreneurship yang berangkat dari nilai agama dengan tujuan seperti halnya tujuan kita ber-Islam, yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam,” jelasnya dalam Milad ke-10 dan Kick Off Pembangunan Gedung PT. Mentari Prima Niaga (MPN) pada Jumat (30/1/2026).


Syauqi menjelaskan, dari lini ekonomi, Muhammadiyah harus mampu menjadi penerang bagi semesta. Karenanya, diperlukan lini bisnis yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam dalam mengemban misi dakwahnya.


Misalnya, seperti gedung Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) PT. MPN yang hari ini kick off pembangunannya.


“Di perusahaan ini nomor satu itu justru Al-Islam Kemuhammadiyahan. Konstruksi itu sarana saja, manajemen itu metode saja. Tapi substansinya Al-Islam Kemuhammadiyahan,” ujar Syauqi.


Dijelaskannya, bisnis yang Islami itu memiliki 3 pegangan. Pertama adalah iman.


“Kami itu meyakini bahwa bisnis yang maju berkembang itu hanya bisnis yang mendapatkan rahmat, rida dari Allah,” tegas Syauqi.


Kedua, ilmu. Bisnis itu memerlukan proses yang tidak sebentar. Karenanya, harus benar-benar memiliki bekal ilmu yang cukup untuk bisa berkembang memajukan.


Ketiga, lanjut Syauqi, adalah akhlak. “Akhlak ini berangkat dari komitmen kita membangun silaturahim yang positif,” tegasnya. (janu)