Iklan

QuranMu

Iklan

QuranMu
,

PDM Garut Perkuat Ukhuwah dan Arah Dakwah Berkemajuan

Tim Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026, 13:13 WIB Last Updated 2026-03-31T06:13:38Z


GARUT –
Pengajian Silaturahim Bakda Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut berlangsung pada Minggu (29/03/2026) dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.


Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut, organisasi otonom (ortom), pemerintah daerah, hingga mitra dan relawan dakwah, termasuk komunitas bikers.


Ketua PDM Garut Agus Nugraha dalam sambutannya menyampaikan ucapan “taqaballah minna wa minkum” kepada seluruh hadirin. Ia juga melaporkan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri di sekitar 135 titik di Kabupaten Garut berlangsung aman, tertib, dan damai.


Selain itu, Agus memaparkan sejumlah perkembangan dakwah Muhammadiyah di Garut. Di antaranya penguatan program dakwah komunitas, rencana kehadiran Rumah Sakit Muhammadiyah Garut, serta rintisan pendirian Universitas Muhammadiyah Garut.


Saat ini, lembaga pendidikan yang telah berjalan adalah Institut Agama Islam Darul Arqam Muhammadiyah Garut sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi.


Wakil Ketua PWM Jawa Barat Yadi Janwari dalam tausiyahnya mengutip pemikiran Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa “Al-Islam huwa din al-‘amal wal hadharah”, yakni Islam sebagai agama amal sekaligus peradaban.


Ia menjelaskan bahwa peradaban Islam telah terbukti sejak masa Nabi Muhammad di Madinah yang mampu membangun kekuatan besar, bahkan melampaui Romawi dan Persia.


Yadi menambahkan bahwa kekuatan tersebut tidak hanya bertumpu pada aspek spiritual, tetapi juga sistem ekonomi seperti Baitul Mal yang menopang kesejahteraan umat.


Menurutnya, Muhammadiyah di Indonesia juga menapaki jalan serupa dalam membangun peradaban, sebagaimana yang telah dirintis oleh KH Ahmad Dahlan sejak awal berdirinya persyarikatan.


Ia menegaskan bahwa membangun peradaban bukanlah proses instan, melainkan membutuhkan waktu panjang dan konsistensi. Apa yang dilakukan para pendiri Muhammadiyah pada masa lalu kini telah dirasakan manfaatnya, dan upaya serupa harus terus dilanjutkan demi masa depan umat.


Sementara itu, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief dalam sambutannya mengapresiasi seluruh elemen, termasuk komunitas bikers yang dinilainya telah menerjemahkan nilai Islam berkemajuan dalam aktivitas nyata.


Ia juga mengingatkan pentingnya memahami Risalah Islam Berkemajuan sebagai dokumen strategis dalam gerakan Muhammadiyah.


Hilman mengutip QS Ali Imran ayat 104 tentang ajakan kepada kebaikan (yad’una ilal khair) sebagai landasan gerakan dakwah. Ia menjelaskan bahwa konsep “khairiyah” mencakup berbagai amal saleh dan kebaikan yang harus terus dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat.


Dalam konteks tajdid (pembaruan), Muhammadiyah dituntut berani melakukan perubahan, termasuk dalam pengembangan pemikiran keagamaan dan sosial.


Ia mencontohkan inovasi dalam pelaksanaan ibadah haji, seperti pengelolaan penyembelihan hewa dam yang dapat dilakukan di tanah air, serta pentingnya memperkuat ekosistem ekonomi umat melalui kewirausahaan dan amal usaha.


Menutup rangkaian kegiatan, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.


Ia menyoroti kebutuhan tenaga medis, terutama dokter, serta pentingnya penguatan pendidikan anak sejak usia dini hingga tingkat menengah. Pemerintah daerah, kata dia, siap bersinergi dengan Muhammadiyah dalam mendorong kemajuan SDM di Garut.***