Iklan

Iklan

,

Iklan

Haedar Nashir: Islam Itu Membangun, Bukan Mengancaman

Redaksi
Selasa, 13 September 2022, 10:31 WIB Last Updated 2022-09-13T03:31:00Z


Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan yang bersikap tengahan sekaligus berkemajuan, akan senantiasa menegaskan bahwa Agama Islam merupakan bagian dari pilar Indonesia. Bahwa Islam itu membangun Indonesia, dan sama sekali bukan ancaman bagi Indonesia.


Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir kepada awak media seusai acara Peresmian Klinik PKU Muhammadiyah dan Graha Pemuda Muhammadiyah Getassrabi, Kudus, Ahad (11/9/2022).


Oleh karena itu, menurut Haedar Agama Islam sama sekali bukan ancaman bagi Indonesia. Di situlah Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam hadir untuk membangun Indonesia. Ikhtiar membangun Indonesia melalui karya-karya nyata ini dilakukan oleh Muhammadiyah dari pusat sampai ranting.


Guru Besar Sosiologi ini mengutarakan, bahwa Muhammadiyah dalam ikhtiar membangun Indonesia ini bukan suatu yang main-main. Di pelosok-pelosok Indonesia, Muhammadiyah hadir dengan karya nyata. Tidak sedikit Pimpinan Ranting dan Cabang Muhammadiyah (PRM dan PCM) memiliki Amal Usaha (AUM) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.


Misalnya, dalam kunjungannya ke PRM Getassrabi, Kabupaten Kudus untuk meresmikan Klinik PKU Muhammadiyah dan Graha Pemuda Muhammadiyah, dan di sini juga ada SD ‘Aisyiyah Darussalam Bilingual, menurut Haedar ini adalah bentuk kemajuan sebuah ranting yang notabene berbasis di desa yang menggabungkan antara dakwah dengan usaha yang berkemajuan.


“Di ranting ini ada PKU Muhammadiyah yang akan menjadi pusat pelayanan kesehatan umum, dan itu sangat diperlukan oleh Indonesia. Masih banyak persoalan kesehatan,” tuturnya.


Selanjutnya, Indonesia yang mengalami bonus demografi dengan angka pemuda yang membludak akan menghadapi masalah serius dalam kepemudaan. Namun, Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam kembali membuktikan bahwa Pemuda Muhammadiyah mampu untuk melakukan pembinaan-pembinaan.


“Di zaman now, pemuda-pemuda kita ini kan godaan dan tantangannya banyak, tapi Pemuda Muhammadiyah mencoba membangun karakter dan mencoba melakukan pengembangan ekonomi”. Kata Haedar mengomentari Graha Pemuda Muhammadiyah Getassrabi.


Termasuk sekolah-sekolah yang dikelola baik oleh Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah sebagai tempat peningkatan kualitas anak-anak bangsa. Human Development Index Bangsa Indonesia yang masih terseok-seok di kawasan ASEAN, kata Haedar, sangat membutuhkan dukungan lembaga pendidikan untuk mendongkrak naik peringkat indeks pembangunan manusia Indonesia.


“Dengan akselerasi ini Muhammadiyah selalu mempelopori, bahwa kita harus ada akselerasi membangun pendidikan yang kokoh, pendidikan yang kuat basic nya. Di satu pihak memang berakhlak mulia, cerdas berilmu, lalu nanti juga berwawasan nasional dan global.” Tegas Haedar.


Namun demikian, Haedar juga mewanti-wanti supaya pendidikan di Indonesia jangan menjadi ‘pabrik’. Model pendidikan yang hanya mencetak pekerja ini menurutnya hanya akan kuat sementara, dan tidak tahan lama, sebab tidak memiliki landasan yang kokoh. Pendidikan tidak boleh mengabaikan aspek kemanusiaan, iman, akhlak dan rohani.


Sumber: muhammadiyah.or.id

Iklan