Abdurrahman Bin Auf: Sahabat Rasul Kaya Raya, Dijamin Masuk Surga

Notification

×

Iklan

Iklan

Abdurrahman Bin Auf: Sahabat Rasul Kaya Raya, Dijamin Masuk Surga

Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:35 WIB Last Updated 2022-10-21T08:36:12Z


Oleh: Ust. Robby Karman,
Anggota Badan Pengurus LAZISMU Jawa Barat


Abdurrahman bin Auf adalah sahabat Rasulullah SAW yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah SWT. Jaminan tersebut berdasarkan sabda Rasulullah SAW sendiri. Abdurrahman Bin Auf adalah sahabat yang kaya raya. 


Pada masa ini bisa disebut sebagai konglomerat. Meski saat hijrah ke Madinah dia tidak membawa apa-apa, namun bakat bisnisnya membuatnya bisa kembali kaya dengan cepat.


Tiba di Madinah, Kaum Anshar menawarkan harta benda kepada Abdurrahman Bin Auf. Namun beliau menolaknya. Abdurrahman Bin Auf hanya meminta ditunjukkan arah ke pasar. Setelah tahu lokasi pasar, beliau membeli tanah kurang berharga yang terletak di samping sebuah pasar.


Tanah tersebut Ia petak-petakan secara baik. Lalu, siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. Hanya diminta bagi hasil seikhlasnya. Alhasil, banyak para pedagang yang tertarik dengan penawaran itu. 


Sehingga, mereka berbondong-bondong pindah ke tanah tersebut. Hal itu membuat keuntungannya pun berlipat. Abdurrahman bin Auf berhasil keluar dari kemiskinan.


Sebagai seorang pengusaha sukses, Abdurrahman Bin Auf mempunyai beberapa tips dalam berbisnis. Abdurrahman bin Auf lebih memilih margin sedikit, volume penjualan banyak. Dia memilih untuk menjual produk Rp10 rupiah tetapi terjual banyak, dibandingkan Rp 100 ribu hanya terjual satu.


Selanjutnya, beliau juga lebih memilih keuntungan Rp100 ribu jika itu dibayar tunai, dibandingkan untung 1 juta tapi kredit.Tips lainnya adalah Abdurrahman Bin Auf hanya menjual barang yang berkualitas saja. Jika memang ada barang yang tidak layak jual pasti akan langsung bilang kepada konsumennya.


Terakhir, dalam berbisnis Abdurrahman dalam berbisnis selalu melihat target pasar, memahami kebutuhan konsumen. Melihat kondisi pasar Madinah sudah kumuh dan tempatnya sempit, Abdurrahman pun membangun pasar lagi di sebelah pasar tersebut agar para konsumen tidak berdesak-desakan di pasar itu. 


Justru dengan memikirkan target pasar ini, bisnis Abdurahman menjadi sangat maju.


Tak hanya pandai berbisnis, Abdurrahman Bin auf juga adalah sosok yang dermawan. Karena ditinggal untuk Perang Tabuk, maka kurma-kurma milik para sahabat banyak yang menjadi busuk. Hal ini tentu merugikan umat Islam secara ekonomi, karena kurma tersebut tidak dapat dikonsumsi lagi.


Namun berkat kedermawanan Abdurrahman Bin Auf, dia berkenan untuk membeli seluruh kurma itu. Para sahabat lega karena telah mendapatkan uang pengganti kurma yang busuk itu dari Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf senang hartanya berkurang karena dibelanjakan kurma busuk. Hal ini bisa meringankan beban hisabnya di akhirat.


Namun siapa sangka, beberapa waktu kemudian datang utusan dari Yaman sedang mengalami wabah di negerinya. Obat dari wabah itu adalah kurma busuk. Utusan dari Yaman membeli kurma busuk yang dimiliki oleh Abdurrahman Bin Auf dengan harga 10 kali lipat.  Akhirnya, alih-alih hartanya berkurang, Abdurrahman Bin Auf malah jadi lebih kaya dari sebelumnya.


Billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh