Bioling UMY, Terobosan Kampus Muhammadiyah Edukasi Warga Desa Lewat Nobar

Notification

×

Iklan

Iklan

Bioling UMY, Terobosan Kampus Muhammadiyah Edukasi Warga Desa Lewat Nobar

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 14:03 WIB Last Updated 2022-10-01T07:05:05Z


Aktivitas akademik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sudah kembali berjalan normal dengan melihat kondisi pandemi yang mulai terkendali. Salah satunya adalah kegiatan edukasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang disebut Bioskop Keliling (Bioling). 


Bioling ini sebagai terobosan UMY untuk turut memberikan edukasi bagi masyarakat dengan menggunakan mobil bioskop keliling. Kali ini, Bioling UMY hadir menyapa masyarakat dalam Ndeso Film Festival (NFF) di Lapangan RTH Candi, Sumber, Dukun, Magelang, pada Kamis (29/9/2022).


Kegiatan Bioling merupakan kegiatan tindak lanjut dari pelaksanaan hibah Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) yang diberikan kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kine Klub UMY.


Berkaitan dengan hal tersebut, Pembina UKM Kine Klub Budi Dwi Arifianto mengatakan kegiatan ini menjadi ajang berkreasi untuk menampilkan kearifan lokal, membangun kemandirian, membuka ruang ekspresi masyarakat desa, serta dapat menjadi sarana dakwah UMY kepada masyarakat.


“Sebab melalui kegiatan dan program seperti ini kita bisa membangkitkan dan mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat, sekaligus menjadi sarana dakwah kita kepada masyarakat,” imbuh Budi.


Kegiatan Bioling dalam NFF ini meliputi pemutaran film pendek/dokumenter karya Komunitas Film Lokal dengan bertemakan keluarga, komedi, heroik, kebangsaan, olahraga, inspirasi, motivasi, edukasi, lingkungan, dan sosial. 


Kegiatan yang dihadiri lebih dari 400 penonton tersebut juga dihadiri oleh Pemerintah desa Dukun Magelang yang mana turut menyambut baik adanya biskop keliling.


Budi memaparkan bahwa melalui program NFF yang merupakan kolaborasi antara UMY dengan masyarakat ini menjadi insiasi penting dalam gerakan sinema rakyat. Harapannya, disebutnya, masyarakat kedepannya dapat berkreasi, mandiri, dan menunjukkan kearifan lokal.


Lebih lanjut, ia menjelaskan mengenai rancangan dalam kegiatan NFF yaitu mengusung konsep Open Air Cinema atau Bioskop Terbuka atau disebut juga Layar Tancep. Dalam serangkaian NFF ini juga diisi beberapa kegiatan kemasyarakatan serta pementasan kesenian tradisional.


Oleh karena itu, dengan kehadiran mobil bioskop keliling (Bioling) harapannya dapat dinikmati masyarakat luas dan juga sebagai sarana edukasi masyarakat agar semakin meningkat apresiasinya terhadap film lokal. (Dita/Syifa)


Sumber: muhammadiyah.or.id