Rasulullah Mendidik dengan Welas Asih

Notification

×

Iklan

Iklan

Rasulullah Mendidik dengan Welas Asih

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 16:33 WIB Last Updated 2022-10-08T09:33:02Z


Oleh: KH. Irfan Amalee, MA & Ust. Dadan Ramadhan,S.Ag


Saat Rasulullah hijrah dan baru tiba di Madinah, banyak kaum Anshar yang memberikan hadiah. Salah satunya adalah Ummu Sulaim, seorang perempuan dari Bani Najjar yang masih ada pertalian kerabat dengan Rasulullah lewat jalur kakek dari ibu Rasulullah.


“Wahai Rasulullah terimalah anakku ini, dia bisa membantumu mengerjakan pekerjaan-pekerjaam di rumah.”


Ummu Sulaym menyerahkan anaknya, Anas Bin Malik yang saat itu berusia 10 tahun.


Rasulullah menerima Anas dengan senang hati. Anas pun senang menjadi bagian dari keluarga Rasulullah. Sejak saat itu hingga 9 tahun berikutnya Anas bin Malik menjadi salah seorang Sahabat Rasulullah yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari Rasulullah.


Pernah suatu hari Rasulullah meminta Anas untuk pergi ke suatu tempat. Tapi Anas menolak permintaan Rasulullah itu. Anas malah pergi dan bermain dengan anak-anak di jalanan Madinah.


Saat asyik bermain, tiba-tiba dari belakang, ada yang memeluk Anas. Anas kaget dan langsung berbalik dan melihat sosok Rasulullah dengan tawa yang lebar.


“Wahai Unays (Anas Kecil) ayo pergi ke tempat yang aku minta.” Kata Rasulullah.


“Baik, Wahai Rasulullah aku akan pergi.” Jawab Anas sambil menuju tempat yang diminta Rasulullah.


Tentang keluhuran Akhlak Rasulullah ini, Anas bin Malik memberi kesaksian,


“Aku melayani Nabi sekitar 9 tahun lamanya, Rasululah tidak pernah menyalahkanku dengan mengatakan mengapa engkau begini begitu atau mengapa engkau tidak begini atau begitu?”


Dalam mengoreksi, Rasulullah tidak pernah menyalahkan. Beliau selalu menggunakan kata-kata yang memotivasi.


Misalnya saat Abdullah Ibnu Umar tidak shalat malam karena ketiduran, Rasulullah berkata,


“Sebaik-sebaiknya anak muda adalah Abdullah, jika ia shalar malam”


Rasulullah tak pernah kasar dalam mendidik. Rasulullah pernah menggendong bayi, lalu bayi itu pipis. Reflek Ummu Fadl merebut bayi itu karena khawatir pipisnya mengotori jubah Rasulullah Saw. Menanggapi sikap Ummu Fadl itu Rasulullah bersabda,


“Air bisa membersihkan jubahku, tapi apa yang bisa menjernihkan jiwa bayi ini akibat sikap kasarmu pada bayi ini?”


Karena kelembutan Rasulullah dalam mendidik, Anas bin Malik menyatakan,


كان رسول الله من احسن النس خلقا


Rasulullah adalah sosok terbaik dalam akhlaknya.


Sumber:

1. Golden Morala, Abdul Malik Mujahid, Maktaba Darussalam, Riyadh, 2014.

2. Ensikloped Muhammad, Adzalurrahman, Mizan.