Iklan

Iklan

,

Iklan

Kado Muktamar Muhammadiyah, UAD Terbitkan Buku Dakwah Muhammadiyah dalam Masyarakat Digital

Redaksi
Sabtu, 12 November 2022, 11:09 WIB Last Updated 2022-11-12T04:09:04Z


YOGYAKARTA
— Respon tantangan dakwah di era digital, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) luncurkan Buku “Dakwah Muhammadiyah dalam Masyarakat Digital: Peluang dan Tantangan”, Jumat (11/11). Rektor UAD, Muchlas MT mengatakan ini kado Muktamar 48 Muhammadiyah.


Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah ini menjelaskan, buku ini terbit sebagai kelanjutan dari seri ke-16 Seminar Pra Muktamar pada, Kamis 10 Maret 2022 yang bertema “Media, Masyarakat, dan Dakwah Muhammadiyah”.


Menurut Muchlas, di era disrupsi manusia khususnya umat Islam tidak boleh selamanya menjadi ‘pesakitan’, tapi harus bisa menjadi disrupter. Umat Islam khususnya mubaligh Muhammadiyah harus mengisi atau bahkan membanjiri media digital dengan konten-konten dakwah yang aktual, dan berjiwa Islam Berkemajuan.


“Oleh sebab itulah kami mencoba menghimpun makalah-makalah yang diseminarkan, dan juga kami tambahkan dengan beberapa penulis yang sebagian besar dari kalangan internal Universitas Ahmad Dahlan,” ucapnya.


Dia berharap dengan diluncurkannya buku ini dapat meningkatkan akselerasi dakwah Muhammadiyah dalam masyarakat digital. Selain itu, Muchlas juga mendorong mubaligh Muhammadiyah untuk sepenuhnya memanfaatkan media-media digital sebagai saluran dakwah mereka dengan konten-konten yang aktual.


Apresiasi atas diluncurkannya buku ini datang salah satunya dari Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar. Selain menjadi kado istimewa bagi Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah, buku ini juga layak dibaca bagi para pelaku dakwah, lebih-lebih mubaligh di lingkungan persyarikatan.


“Buku ini sangat penting dan menyadarkan kita akan urgensi dari pemahaman terhadap seluk beluk kehidupan masyarakat digital yang dipicu oleh berkembangnya media-media digital yang sangat mempengaruhi kehidupan kita.” Ucapnya.


Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal juga mengapresiasi peluncuran buku ini. Namun demikian Fathur mengingatkan supaya dunia maya atau digital jangan dijadikan Ghayah  atau tujuan dalam aktivitas dakwah. Selain Islam, hampir seluruh agama-agama di dunia juga mengalami tantangan sama di era digital ini.


“Kita jangan mempertuhankan digital, karena digital ini tidak pernah menjadi ghayah, tidak pernah menjadi goals. Digital dengan berbagai dinamikanya itu tidak lebih sebagai instrumen,” ucapnya.


Akan tetapi melihat euphoria masyarakat, digital ini malah diletakan sebagai segala-galanya. Terkait itu Fathur mengatakan bahwa, meski semua kehidupan tidak bisa dilepaskan dari piranti digitalisasi, akan tetapi tidak semua urusan manusia dan kemanusiaan dapat diselesaikan melalui digital.

Iklan

UMBandung