![]() |
YOGYAKARTA -- Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Lazismu Pusat menggelar acara Pentasyarufan Beasiswa Kader Muhammadiyah 2025 pada Senin (25/8/2025) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.
Dipaparkan bahwa penerima bantuan beasiswa kader tahun ini sejumlah 475 orang. Tidak hanya berasal dari ujung barat hingga timur Indonesia, penerima beasiswa juga berasal dari luar negeri atau Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM). Penerima beasiswa juga terbagi dari seluruh penjurusan, yakni kategori STEM maupun non STEM.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib berharap, ke depannya penerima beasiswa kader dapat seimbang jumlahnya, baik kategori STEM maupun non STEM. Hal ini bukan berarti mengerdilkan penerima kategori non STEM, tetapi, mengingat perkembangan zaman ke depan membutuhkan kader-kader yang menguasai teknologi dan ilmu eksakta.
Maka dari itu, kader-kader yang memiliki potensi ke sana, perlu dikawal mulai dari SMA.
“Diharapakan, akan ada pertemuan-pertemuan (penerima) setiap bulan (yang di dalamnya) ada proses kaderisasi berjalan di situ. Sehingga, teman-teman tetap mendapat penguatan Ideologi Persyarikatan Muhammadiyah dan mengingatnya terus,” pesan Irwan kepada penerima.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais memyampaikan bahwa pada tahun ini, nominal biaya yang ditasharrufkan sebesar 7,5 miliar rupiah.
Banyak harapan dan permohonan dari seluruh tanah air yang masuk di Lazismu untuk melanjutkan sekolah dengan beasiswa. Oleh karena itu, diharapkan kepada para penerima manfaat agar bisa menjalankan studinya dengan sepenuh hati karena ada harapan penuh dari para muzakki.
“Kelak, jika sudah sukses, mampu, dan sanggup, pay it forward. Bayarlah zakat agar dapat berputar lagi dan kebaikan terus berlanjut. Syiarkan program ini supaya ekosistem filantropi islam berputar,” tutur Rais.
Sementara Ketua MPKSDI, Bachtiar Dwi Kurniawan menjelaskan bahwa terdapat tiga ribu pendaftar beasiswa yang keseluruhannya adalah kader, aktivis, dan rekomendasi. MPKSDI tidak hanya bertugas menyeleksi dan memberikan dana kepada penerima, tetapi juga memberikan suntikan-suntikan ideologi.
“Kami tidak hanya menyeleksi dan mentransfer dana, tetapi akan ada pertemuan bulanan yang di dalamnya diisi pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta softskill yang dilakukan agar penerima lebih komprehensif,” pungkas Bachtiar. ***(Wafiq)