Salmah Orbayinah: Perempuan Berkemajuan Itu Harus Berprestasi untuk Majukan Indonesia

Notification

×

Iklan

Iklan

Salmah Orbayinah: Perempuan Berkemajuan Itu Harus Berprestasi untuk Majukan Indonesia

Sabtu, 10 Desember 2022 | 14:13 WIB Last Updated 2022-12-10T07:13:39Z


YOGYAKARTA
– PP Muhammadiyah menggelar Pengajian Umum Muhammadiyah dengan tema “Energi Baru Pasca Muktamar”, Jumat (9/12/2022). Pengajian itu menghadirkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, dan Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari sebagai narasumber.


Dalam pengantarnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa sudah waktunya bagi Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk mulai melaksanakan hasil keputusan Muktamar. 


Imbauan senada disampaikan oleh Salmah Orbayinah. Perempuan yang kerap disapa Bayin itu mengingatkan bahwa warga Persyarikatan tidak boleh terlena dengan kesuksesan gelaran Muktamar 48. 


“Tidak boleh terlena. Sudah waktunya move on, bersama-sama melaksanakan amanat Muktamar yang sudah ditunggu oleh seluruh warga ‘Aisyiyah dan masyarakat umum,” ujarnya.


Muktamar ‘Aisyiyah 48 telah menghasilan berbagai keputusan dan dokumen organisasi, antara lain rancangan program PP ‘Aisyiyah periode 2022-2027, isu strategis, dan Risalah Perempuan Berkemajuan. Selain itu, ‘Aisyiyah juga merumuskan visi gerakan untuk lima tahun ke depan.


“Kita punya visi gerakan yang tidak berubah, yang juga merupakan hasil Muktamar Makassar lima tahun lalu, yaitu Islam Berkemajuan, Perempuan Berkemajuan, dan Gerakan Pencerahan,” ujar Bayin. Menurut dia, visi itulah yang menjadi pandangan ‘Aisyiyah dalam melakukan aksi/programnya.


Secara lebih spesifik, Bayin menjelaskan banyak tentang Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB). Lahirnya RPB ini, kata dia, didasarkan pada tiga sebab utama, yakni: (a) spirit berdirinya ‘Aisyiyah yang dilandasi pada nilai dasar Islam tentang kesetaraan dan kemajuan perempuan, (b) dinamika ‘Aisyiyah selama satu abad dalam konteks keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal, dan (c) kontekstualisasi pandangan ideologis ‘Aisyiyah tentang perempuan.


“Jadi sebenarnya RPB ini bukanlah sesuatu yang baru, tetapi melengkapi dokumen-dokumen tentang ideologi perempuan berkemajuan yang sudah ada sebelumnya, seperti Adabul Mar’ah fi Al-Islam, Fikih Perempuan, dan sebagainya,” terang Bayin.


Tidak kalah penting, Bayin berharap bahwa RPB ini dapat menjadi rujukan tentang bagaimana umat Islam memandang perempuan. “Risalah Perempuan Berkemajuan ini bukan hanya rujukan bagi warga ‘Aisyiyah saja, tetapi juga bisa menjadi sebuah rujukan bagi kaum perempuan,” imbuhnya.


Selanjutnya, ia juga menyebut 7 (tujuh) karakter perempuan berkemajuan, yaitu iman dan takwa, taat beribadah, akhlak mulia, berpikir tajdid, bersikap wasathiyah, amaliah salehah, dan sikap inklusif.


Sebagai pungkasan, Bayin mengatakan, “semua perempuan berkemajuan ‘Aisyiyah harus punya kebutuhan untuk berprestasi, sehingga nanti insyaAllah program itu bisa berjalan dengan baik dalam rangka memajukan Indonesia, dan mencerahkan semesta”. ***