Muhammadiyah Abad Ke-2 di Jawa Barat

Notification

×

Iklan

Iklan

Muhammadiyah Abad Ke-2 di Jawa Barat

Sabtu, 25 Februari 2023 | 11:12 WIB Last Updated 2023-02-25T04:12:15Z


Oleh: Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag |
Ketua PD Muhammadiyah Cirebon


CIREBON - Muhammadiyah memasuki abad ke-2 pada periode pertama atau lima tahun pertama di abad ke-2, membangun visi dengan menerjemahkan makna pencerahan secara khusus, yaitu : “Membebaskan, memberdayakan dan memajukan kehidupan”. 


Visi ini dipilih sebagai reaksi atas problem utama bangsa Indonesia yang dalam tesis Muhammadiyah di satu abad ke depan saat Muhammadiyah memasuki abad ke-2 adalah “Kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, formalisme dan tradisionalisme yang membelenggu”.


Pada lima tahun kedua atau sepuluh tahun pertama usia Muhammadiyah di abad ke-2, Muhammadiyah mengerucutkan dan menetukankan kemungkinan keberhasilan realisasi visi periode lima tahun pertama dengan muatan kesinambungan antara visi periode pertama dengan visi periode kedua, yaitu: “Gerakan Pencerahan Menuju Masyarakat Indonesia Berkemajuan”.


Secara implisit visi periode kedua ini mendorong dan memastikan bahwa Muhammadiyah harus tetap eksis menjadi agen utama perubahan dalam memajukan

bangsa. Hal mana oleh lima tahun pertama abad ke-2 telah mengeksistensikan diri dalam membebaskan kemiskinan dan kebodohan dengan pemberdayaan sehingga masyarakat terindikasi berketahanan dan atau maju. Dari sisi inilah, tidak berlebihan bila pengabdian Muhammadiyah terhitung mencerahkan bangsa.


Pada periode ketiga atau lima tahun ketiga di abad ke-2, Muhammadiyah berprinsip “Memajukan Indonesia dan tercerahkan semesta”. Lalu bagaimanakah langkah-langkah Muhammadiyah Jawa Barat pada periode lima tahun ketiga dalam abad ke-2?


Hakekat Muhammadiyah adalah “Gerakan Islam, gerakan dakwah dan gerakan tajdid”. Ejawantah hakikat Muhammadiyah ini termetodologis dalam ideologi Muhammadiyah. 


Pada konteks realisasi visi Muhammadiyah periode lima tahun ketiga di Jawa Barat secara SWOT perlu memprioritaskan penerapan intisari ideologi Muhammadiyah ke-6, yaitu: Membangun dan mengembangkan amal usaha.***