Iklan

Iklan

,

Iklan

Yakin dan Kerjakan! Puasa Sehatkan Lahir, Tenteramkan Batin

Redaksi
Selasa, 14 Maret 2023, 09:40 WIB Last Updated 2023-03-14T02:40:14Z


BANDUNG
- Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah periode 2010-2015 Dr dr H Sagiran SpB(K) KL MKes FCIS menyampaikan fakta menjalankan puasa berdasarkan aspek kesehatan.


Dalam program Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat edisi ke-130, Sagiran mengutip potongan QS Al-Baqarah ayat 183: la’allakum tattaqun yang artinya agar manusia (yang berpuasa) bertakwa. Dari ayat tersebut, ia mengingatkan bahwa umat Islam harus mengetahui tujuan puasa.


“Jadi, ini harus kita pegang kuat, kalau kemudian ada pembahasan dari berbagai bidang tertentu sebagaimana saat ini yakni bidang kesehatan, ya itu mengikut saja. Namun, kalau kemudian nanti ada perbedaan pemahaman, itu tidak boleh melupakan tujuan pokoknya, yakni la’allakum tattaqun, agar kita menjadi bertakwa,” tutur Sagiran.


Selain mengetahui puasa, ia menuturkan umat Islam juga harus memahami keutamaan puasa di bulan Ramadhan seperti hukum berpuasa hingga hal-hal yang membatalkan puasa. Hal tersebut ia katakan agar umat Islam bertakwa.


“Supaya kita bertakwa, maka jangan sampai biasa-biasa saja. Kita harus menjadikan puasa ini adalah ibadah yang istimewa,” tuturnya.


Sagiran menjelaskan fakta kebermanfaatan puasa dari aspek kesehatan. 


Pertama, puasa dapat memperbaiki gula darah.


“Yang punya problematika gula darah, saya kira puasa adalah rumus atau resep dalam pengaturan itu. Tentu harus dengan bimbingan dokter dan dengan pengarahan yang cukup ketat bagi yang sedang bermasalah dengan gula darah,” ujarnya.


Kedua, puasa dapat mengurangi kolesterol. 


Menurut Sagiran, berbagai jenis makanan dan minuman sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Ia mengajak masyarakat untuk bisa mengatur pola hidup sehat, mengatur porsi makan sahur, dan buka. 


Ketiga, puasa dapat menurunkan kadar lemak dalam tubuh tanpa mengurangi massa protein.


“Lemak tubuh itu ada tiga, yaitu low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan trigliserida. Ketiganya jika kita atur sebenarnya tubuh kita bisa menjadi sehat,” jelas Sagiran.


Ia menambahkan maksud sehat yakni ketika diperiksa hasil keseluruhannya normal. Ia juga menjelaskan khususnya untuk para perempuan bahwa puasa membuat kulit menjadi cantik dan lebih segar.


“Yakinlah bahwa puasa bisa mengurangi stres oksidatif yang dalam tubuh kita yang itu biasanya membuat penampilan tidak fresh seperti kusam dan lainnya. Percantik diri dengan memanfaatkan puasa ini supaya kita bisa sampai lebih fresh,” jelasnya.


Keempat, puasa bisa meningkatkan imunitas dan mencegah infeksi. 


Sugiran menjelaskan bahwa puasa berkorelasi terhadap sistem kekebalan tubuh. Selama satu bulan berpuasa akan menjadi waktu yang cukup untuk menguatkan kembali sistem kekebalan tubuh.


Imunitas menjadi faktor terpenting karena dapat menentukan bagaimana seseorang yang sehat menjadi sakit atau sebaliknya.


Ia menyebutkan terdapat imunitas yang tampak dan tidak tampak. Imunitas tampak seperti pemeriksaan di laboratorium, sedangkan yang tidak tampak yakni imunitas spiritual meliputi akidah (apa yang diyakini) dan syariah (apa yang dilakukan).


“Orang yang sehat itu akidah dan syariahnya bisa terjaga meskipun ada yang juga harus memperbaiki karena pemahamannya yang belum pas. Namun, ketika sakit itu imunitasnya bisa jatuh karena cara berobat yang bertentangan dengan akidah dan syariah,” tuturnya.


Kelima, puasa salah satu upaya untuk detoksifikasi tubuh. 


Ia menyebutkan puasa menjadi sarana untuk membuang racun dalam tubuh.  “Ajaran Islam itu benar-benar mengatur seluruh kehidupan,” tandasnya.***(MPAF) 

Iklan