Iklan

UMBandung

Iklan

UMBandung
,

Iklan

Kontinuitas Mujahadah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya

Redaksi
Jumat, 12 Mei 2023, 17:52 WIB Last Updated 2023-05-12T10:52:01Z


Oleh: Arip Somantri,
Sekretaris PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya 2015-2022


TASIKMALAYA - Kontinuitas adalah sebuah konsep yang mengacu pada keadaan atau kondisi dari suatu hal, yang berlangsung secara terus-menerus atau tanpa putus-putus. Mujahadah artinya berjuang dengan sungguh-sungguh. 


Pimpinan Muhammadiyah Kota Tasikmalaya yang akan dipilih di Musyda ke-3 diharapkan dapat bersungguh-sungguh melaksanakan tahapan program Muhammadiyah berkemajuan secara berkesinambungan.


Program Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang di break down (turunan) dari program Wilayah dan Pusat, dengan penyesuaian karakteristik, situasi, dan kondisi daerah. Mengacu pada Tahapan kebijakan program Muhammadiyah. 


Berdasarkan hasil Muktamar ke-45 Muhammadiyah di Malang. Saat ini telah memasuki tahapan keempat (2020-2025/2022-2027), memasuki program jangka panjang lima tahun terakhir dari program kerja lima tahunan selama 20 tahun. 


Tahapan pertama 2005-2010 difokuskan pada Penataan dan pembinaan organisasi dan jaringan. Tahapan kedua (2010-2015), difokuskan pada Peningkatan dan pengembangan organisasi dan jaringan. Tahapan ketiga (2015-2020), difokuskan pada Transformasi (perubahan cepat ke arah kemajuan) sistem organisasi dan jaringan. Tahapan keempat (2020-2025 /2022-2027), difokuskan pada terciptanya seluruh elemen sistem gerakan Muhammadiyah yang unggul.


Indikator keunggulan sistem gerakan Muhammadiyah dapat tercermin pada: pembinaan jama'ah dan ideologi, kaderisasi dan partisipasi AMM, leadership, manajemen dan tata kelola SDM, pemberdayaan sosial, ekonomi keumatan, AUM unggulan yang kreatif, Inovatif, dan solutif, daya pengaruh dan penguasaan media.


PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya terpilih (masa jabatan 2022-2027) mudah-mudahan dapat memprioritaskan program-program unggulan yang berkaitan dengan Konsolidasi Ideologis, Konsolidasi Kelembagaan, Peningkatan Kualitas Pimpinan, Pemberdayaan Keluarga dan Komunitas, dan Mengembangkan Kemitraan.


Capaian dan Tantangan Muhammadiyah Kota Tasikmalaya


PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya masa jabatan 2015-2022 dalam pengamatan penulis telah berhasil mencapai keunggulan pada aspek leadership, manajemen dan tata kelola SDM, pemberdayaan sosial, dan ekonomi keumatan. 


Artinya, ketercapaian program masih berfokus pada aspek konsolidasi kelembagaan. Penambahan PCM dan PRM, penambahan masjid tingkat PDM, penambahan AUM Kesehatan dan Pendidikan. Penambahan dan penuntasan sertifikasi aset wakaf Muhammadiyah, dan keberadaan LazisMu yang semakin mendapat kepercayaan masyarakat. 


Sebagai bentuk tasyakur warga Muhammadiyah kota Tasikmalaya, khusus pada penambahan asset Muhammadiyah berupa wakaf, bapak. H. Syarif Hidayat dan keluarga, selaku ketua PDM, selain beliau adalah sosok pemimpin yang syarat pengalaman dan kebajikan "legok tapak genténg kadék", beliau juga dari segi materi, Alhamdulillah telah mewakafkan tanah seluas 1222 M2 dengan rincian tanah yang dibangun klinik melati 242 M2, tanah Masjid Muhammadiyah Mahhad al-Hidayah : 138 M2, dan tanah halaman masjid Muhammadiyah Mahhad al-Hidayah: 842 M2. 


Insya Allah kebaikan keluarga beliau juga akan berlanjut dengan rencana mewakafkan tanah dan bukit di Situ Butak Mangkubumi dengan luas lebih dari 1 hektar. Tidak terhitung pula pengorbanan finansial yang beliau dan keluarga hibahkan ke Muhammadiyah. Semoga amal jariah senantiasa mengalir kepada beliau dan keluarganya Amin.


Klaim keberhasilan pada aspek konsolidasi kelembagaan tersebut dibuktikan dengan perolehan penghargaan dan apresiasi tinggi dari PWM dan PPM untuk PDM Kota Tasikmalaya.


Pertama, penghargaan PDM Unggulan pada PWM Award 2022 bersama dengan PDM Kab. Bogor dan Kab. Cirebon.


Kedua, di tingkat pusat masuk nominator 18 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) unggulan dalam kategori PDM Peduli Cabang dan Ranting. 


Ketiga, LazisMu Kota Tasikmalaya juga mendapatkan penghargaan. Tahun 2020 sebagai LazisMu terbaik kategori Taat Pelaporan Program di Jawa Barat. Tahun 2021 sebagai LazisMu terbaik kategori Program Pemberdayaan Ekonomi di Jawa Barat. Dan tahun 2022 memperoleh hasil audit, wajar tanpa pengecualian lazisMu Jawa Barat dan Auditor Abdul Hamid dan Rekan (Registered Public Accountants).


Prestasi LazisMu Kota Tasikmalaya tidak lepas dari peran strategisnya dalam menghimpun zakat, infak, shodaqoh yang menunjukan trends meningkat. Tahun 2016  masih PDM masa jabatan 2010-2015 dapat menghimpun Rp. 224.995509,-. Mulai PDM Masa Jabatan 2015-2022  tahun 2017 Rp. 332.672.835,- tahun 2018 Rp. 419.002.554,- tahun 2019  Rp. 381.345.245,-  tahun 2020 Rp. 431.969.127,- tahun 2021 mencapai angka Rp. 648.689.843,- dan  tahun 2022  Rp. 548.830.255,- 


Keempat, Majelis Wakaf dan Kehartabendaan (MWK) dibawah pimpinan alm. Bapak Dr. H. Cecep Bagja Gunawan, SH., MH., M.S.i berhasil Menyelesaikan sertifikasi 101 bidang tanah wakaf Muhammadiyah atas nama pimpinan persyarikatan. Penyerahan Salinan wakaf nya disampaikan ke PWM dan PPM; Luas tanah: 124,613 m2 Rp. 94.692.181.696. luas bangunan 20,36 m2 86.690131.010. 


Nilai asset berdasarkan NJOP 181.583.312.706. asset tanah dan bangunan menurut harga pasar 750.000.000.000,-. Sebuah capaian sertifikasi aset Muhammadiyah yang sulit ditandingi PDM-PDM lain.


Kelima, dalam rangka menyambut Muktamar ke-48 di Solo, PDM Kota Tasikmalaya berhasil mengumpulkan tulisan dari 22 orang pegiat literasi Muhammadiyah Kota Tasikmalaya dan sukses menjadi sebuah buku yang berjudul KADO MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-48 DARI MUHAMMADIYAH KOTA TASIKMALAYA.


Namun demikian, sebagai catatan, untuk bekal kelanjutan perjuangan para "inohong" PDM ke depan,  di balik beberapa torehan kesuksesan tersebut, masih menyisakan PR atau tantangan yang harus dibenahi. Terutama keunggulan pada aspek Konsolidasi Ideologis, Peningkatan Kualitas Pimpinan, Pemberdayaan Keluarga dan Komunitas, dan Mengembangkan Kemitraan.


Musyda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya


Musyawarah Daerah (Musyda), menurut Anggaran Dasar Muhammadiyah pasal 26, adalah permusyawaratan Muhammadiyah tingkat daerah, yang harus diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab Pimpinan Daerah. 


Penyelenggaraan Musyda ke-3 Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Insya Allah akan digelar pada tanggal 23-24 Syawwal 1444 H / 13-14 Mei 2023 bertempat di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas).


Rangkaian agenda Musyawarah Daerah  sebagaimana bunyi Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah pasal 26, selain mengkaji Laporan Pimpinan Daerah periode 2015-2022 juga akan melakukan pembahasan program dan rekomendasi, pemilihan Anggota Pimpinan Daerah dan Pengesahan Ketua PDM serta pemilihan Anggota Musypimwil  wakil daerah, untuk satu periode ke depan 2022-2027. 


Selain itu juga dibicarakan berbagai masalah Muhammadiyah dalam daerah Kota Tasikmalaya, dan pembahasan Usul-usul anggota dan peserta Musyda.


1. Konsolidasi Ideologis


Muhammadiyah memiliki pedoman organisasi yang bersifat ideologis sebagaimana terkandung dalam Muqaddimah AD, Kepribadian, Khittah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua, Negara Pancasila Darul Ahdi Wa syahadah, dan prinsip-prinsip ideologis lainnya. Bagaimana pedoman organisasi yang bersifat ideologis itu menjadi pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak bagi anggota dan institusi Muhammadiyah di Tasikmalaya.


PDM Kota Tasikmalaya mendatang melaksanakan langkah revitalisasi ideologi dengan cara: 


Pertama, Meningkatkan usaha-usaha penanaman, pemasyarakatan, dan pengamalan paham Islam dalam Muhammadiyah disertai tuntunan, arahan, pedoman, dan bimbingan ke seluruh anggota dan lingkungan kelembagaan Persyarikatan secara lebih intensif, serius, dan tersistem.


Kedua, Melaksanakan dan mengintensifkan pembinaan-pembinaan ideologis di PRM, PCM, Ortom dan AUM seperti Darul Arqam/Baitul Arqam, Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah, pengajian pimpinan, pengajian anggota, refreshing, up-grading, kajian-kajian intensif, pembinaan masjid/mushala yang tersistem, dan kegiatan-kegiatan Persyarikatan lainnya yang bersifat ideologis atau penanaman idealisme secara lebih terprogram dan tersistem.


2. Konsolidasi Kelembagaan


Kantor PDM sebagai basecamp kegiatan adalah wajah bagi sebuah institusi atau organisasi. Menjadi penting, melakukan penataan kantor atau sekretariat. Bahkan, keberadaan kantor PDM yang lebih memadai dan strategis.


PDM juga terus  meningkatkan konsolidasi kelembagaan dengan pimpinan persyarikatan di bawahnya, baik PCM, PRM dan Pimpinan Amal Usaha serta Ortomnya. 9 PCM dan 38 PRM dari sejumlah itu ada yang dikategorikan aktif, kurang aktif, dan Vakum atau tidak menunjukan aktifitas.


Beberapa Amal Usaha Pendidikan juga menunjukan gejala mundur baik dari aspek pengelolaan, juga dari aspek jumlah siswanya. Cenderung "lâ yahyâ walâ yamût". Oleh karena itu pikiran bernas, bimbingan, arahan dan tindakan kongkrit bimbingan dari PDM menjadi suatu keniscayaan.


Sertifikasi tanah wakaf Alhamdulillah telah berhasil. Tapi dibalik keberhasilan itu ada PR dalam pemanfaatan tanah wakaf agar lebih produktif. Disinilah perlunya terobosan-terobosan program kreatif membangun amal usaha pada areal wakaf Muhammadiyah yang belum termanfaatkan.


AUM Pendidikan  As-Salam sebagai pusat perkaderan Muhammadiyah agar segera terwujud dengan dukungan penuh dari PDM. 


3. Peningkatan Kualitas Pimpinan


Salah satu tipikal pemimpin di Muhammadiyah adalah spiritualitas Islam. Karena kepiawaian memimpin harus memadukan antara bekal intrinsik yang merupakan kualitas individual (hard skill) yang mumpuni dipadukan dengan kemampuan soft skill untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan berorganisasi.


Pemimpin juga harus memiliki seni kepemimpinan. Inti kepemimpinan dalam Muhammadiyah adalah menggerakkan. Kemampuan menggerakkan merupakan seni kepemimpinan yang perlu terus dikembangkan.


Peningkatan kualitas pimpinan dilakukan melalui berbagai moment dan saluran serta mengembangkan berbagai model dan berbagai bentuk peneguhan dan perluasan pemikiran maupun peningkatan keterampilan.


Baitul Arqam dan Darul Arqam di tingkat PRM, PCM, PDM, dan AUM yang pada periode lalu masih dirasakan kurang, apalagi terkendala pandemi covid-19, perlu ditata ulang,  disiapkan dan dilaksanakan sesuai panduan perkaderan baku di Muhammadiyah. Pelaksanaan nya lebih inovatif, menarik, dan mencerahkan.


Pengalaman penulis mengisi pengajian di beberapa cabang dan ranting menunjukan bahwa pelatihan dakwah dan manajemen dakwah bagi korp muballigh Muhammadiyah Kota Tasikmalaya juga bagian penting  harus dilaksanakan. 


Pengelola pengajian di beberapa ranting, juga nara sumbernya, atas dasar kurangnya mubalig didikan Muhammadiyah, akhirnya mempercayakan pengelolaan pengajian dan menjadwal mubalig yang belum mendapatkan pendidikan Muhammadiyah. Kondisi demikian akan menghambat tersampaikan nya paham agama menurut Muhammadiyah.


4. Pemberdayaan Keluarga dan Komunitas


Keluarga merupakan tiang utama kehidupan umat dan bangsa sebagai tempat sosialisasi nilai-nilai yang paling intensif dan menentukan, karenanya menjadi kewajiban setiap anggota Muhammadiyah untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah.


Dalam pengajian keluarga Muhammadiyah  itu harapannya semua anggota keluarga bisa turut hadir dan merasakan atmosfir persyarikatan yang hangat dan penuh kekeluargaan.


Melalui Majelis Tablig dan Lembaga Dakwah Komunitas, dapat dijadwal pengajian khusus keluarga pimpinan Muhammadiyah di semua level, disamping mengundang keaktifan mereka pada pengajian formal yang sudah biasa dilaksanakan.


Model Dakwah Pencerahan berbasis Komunitas merupakan bentuk aktualisasi dakwah Islam yang diperankan gerakan Islam ini dengan perhatian atau fokus pada kelompok-kelompok sosial khusus yang disebut “komunitas”. 


Namun dalam dakwah pencerahan tersebut dikembangkan pendekatan dan strategi yang lebih relevan untuk menghadapi berbagai komunitas yang berkembang di masyarakat sesuai dengan karakternya masing-masing ke dalam suatu model dakwah yang aktual.


Pendekatan dan strategi dakwah tersebut difokuskan kelompok-kelompok masyarakat yang tergolong dalam komunitas. Seperti Komunitas hobi, komunitas termarjinalkan, pemulung, difabel maupun lainnya. 


Pembekalan keterampilan dan pelibatan AMM dalam gerakan dakwah komunitas perlu diberi kesempatan dan porsi lebih. Lazismu, MDMC, MPS, ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah ikut dimotivasi untuk terjun menyemarakan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan mereka.


5. Mengembangkan kemitraan


PDM Kota Tasikmalaya perlu melakukan kajian strategis yang berdampak besar pada masa depan persyarikatan. PDM dapat melakukan positioning Muhammadiyah pada isu-isu strategis keummatan dan kemanusiaan dalam tingkat lokal Tasikmalaya.


PDM perlu mendinamisasi gerakan Muhammadiyah dalam merespon isu-isu fundamental yang berdampak jangka panjang, menjembatani, menghubungkan, dan mensinergikan Muhammadiyah dengan segenap kekuatan strategis Kota Tasikmalaya. 


Kemiteraan yang paling utama, bagi PDM Kota Tasikmalaya, tentu saja adalah menjalin ukhuwah dengan seluruh ormas Islam yang ada di Kota Tasikmalaya. 


Kemitraan PDM dengan pemerintah terutama dengan kementerian agama kota, dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas sosial, dan dinas-dinas lainnya. Dalam rangka mensinergikan program terkait dengan majelis dan lembaga.


PDM juga harus menjalin terobosan dengan dunia Usaha dan Ekonomi, mengembangkan AUM ekonomi, untuk menguatkan sektor finansial PDM.


Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menggurui para pimpinan terpilih nanti. Tulisan ini hanya coretan kasih sayang penulis dan kepedulian pada kemajuan dakwah Muhammadiyah kota Tasikmalaya. 


Penulis, karena harus menguatkan dakwah Muhammadiyah melalui AUM, maka tidak ikut mencalonkan dalam kontestasi calon pimpinan. Meski demikian,  setidaknya dapat sharing pengalaman menjadi anggota PDM selama 3 masa jabatan, ikut memperhatikan capaian capaian dakwah PDM Kota Tasikmalaya. 


Aspek mana yang masih memerlukan perhatian agar kegiatan mendakwahkan Islam Mencerahkan Tasikmalaya dapat tercapai dengan kesinambungan program-programnya. Wallâhu a'lam bi al-showâb.

Iklan