JISRA Eco Bhinneka, dari Dialog Antar Iman Menuju Aksi Antar Iman

Notification

×

Iklan

Iklan

JISRA Eco Bhinneka, dari Dialog Antar Iman Menuju Aksi Antar Iman

Sabtu, 10 Juni 2023 | 16:58 WIB Last Updated 2023-06-10T09:58:23Z


JAKARTA
– Bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup, JISRA Eco Bhinneka bersama Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melaksanakan Sarasehan Tokoh Lintas Agama di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (9/6/2023).


JISRA (Joint Initiative for Strategic Religion Action) Eco-Bhinneka sendiri merupakan upaya bersama untuk merekat toleransi antar iman lewat isu-isu strategis yang memiliki titik temu di antara agama masing-masing, dalam hal ini soal pelestarian lingkungan.


Memberikan pidato kunci, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyatakan bahwa JISRA Eco Bhinneka adalah langkah maju untuk mewujudkan hubungan antar iman yang tidak sekadar dialog atau simbol semata, tapi lewat aksi nyata.


“Apresiasi kepada Eco Bhinneka atas penyelenggaraan acara ini yang dalam beberapa catatan, ini adalah salah satu upaya kita merawat alam dan merawat kebhinekaan,” kata Mu’ti.

 

Dipilihnya isu lingkungan, kata dia merupakan aksi strategis yang memang sudah sepatutnya dilaksanakan bersama. Melibatkan generasi muda di berbagai organisasi keagamaan, gerakan kultural ini kata dia telah memuaskan di empat daerah percontohan; Pontianak (Kalimantan Barat), Ternate (Maluku Utara), Surakarta (Jawa Tengah), dan Banyuwangi (Jawa Timur).


Ke depan, Mu’ti berharap langkah ini semakin meluas di seluruh Indonesia. Selain itu, dia berharap gerakan bersama lintas iman ini nantinya juga mulai menyasar secara struktural untuk mengurangi kebijakan yang bersifat destruktif terhadap lingkungan.


“Saya kira ini menjadi sebuah gerakan bersama agar pelestarian lingkungan tidak sekadar jadi interfaith dialog, tapi jadi interfaith action yang selama ini jadi gerakan moral di Indonesia,” pujinya.


Di lain hal, Mu’ti mengapresiasi karena program lintas iman ini menjadi contoh untuk mengubah narasi relasi umat beragama yang lebih sehat karena selama ini di media-media, kebanyakan berita yang muncul soal relasi agama adalah narasi konflik.


“Dengan Kebhinekaan kita bisa sharing, ternyata agama yang beda-beda itu ternyata punya ajaran yang sama ketika terkait dengan pelestarian lingkungan dan bicara tentang perdamaian dan kedamaian,” kata dia.


Selanjutnya, Mu’ti mengatakan bahwa program ini juga meraih dua capaian penting. Yakni berani melompat dari sekadar bentuk interfaith dialogue kepada interfaith cooperation.


“Saya kira itu pencapaian bahwa di Indonesia sebenarnya kerja sama antar iman itu sudah jadi bagian dari realitas dan bagaimana antar umat beragama itu tidak sekadar berdialog tapi bekerjasama mengatasi berbagai persoalan di masyarakat,” tegasnya.


“Indonesia ini adalah milik kita semua, Indonesia yang damai adalah dambaan kita dan alam Indonesia yang lestari itulah yang harus kita perjuangkan bersama-sama,” pungkas Mu’ti.


Sementara itu, Direktur Program Eco Bhinneka Hening Parlan mengatakan bahwa program JISRA ini adalah komitmen Muhammadiyah membangun dan merawat persaudaraan antar iman, termasuk bersama-sama mengatasi problem di masyarakat secara kreatif.


Dalam acara ini, para tokoh yang hadir antara lain adalah Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, perwakilan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Binsar Jonathan Pakpahan, Country Coordinator JINSAR Indonesia, Mutiara Pasaribu, tokoh Katolik Pdt. Victor Rembeth beserta tamu lainnya. 


Selain itu, forum ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul “Merawat Lingkungan dan Melestarikan Lingkungan” yang merupakan karya Eco Bhinneka dan MLH PP Muhammadiyah. ***(afn)