Sekolah Muhammadiyah Jangan Ikut Latah Gunakan Istilah Sekolah Islam Terpadu!

Notification

×

Iklan

Iklan

Sekolah Muhammadiyah Jangan Ikut Latah Gunakan Istilah Sekolah Islam Terpadu!

Senin, 10 Juli 2023 | 13:00 WIB Last Updated 2023-07-10T06:00:51Z


BANTUL
– Watak gerakan tajdid Muhammadiyah telah nampak sejak awal kelahirannya. Di bidang pendidikan, Muhammadiyah menjadi organisasi Islam pertama yang memelopori pendirian sekolah dengan kurikulum yang memadukan ilmu agama dan ilmu dunia.


Usaha pengintegrasian ilmu itu terus dilakukan hingga kini. Dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, Muhammadiyah memadukan keduanya. 


Dari rekam sejarah itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, berpesan agar sekolah-sekolah di lingkungan Muhammadiyah memahami identitas tersebut sehingga tidak ikut-ikutan menamakan dirinya sebagai ‘Sekolah Islam Terpadu’.


“Sekolah, pendidikan yang didirikan Muhammadiyah itu sebenarnya terpadu. Karena waktu adanya sekolah zaman penjajahan itu sekolahnya sekolah umum, belajar matematika, ilmu alam, ilmu sosial dan sebagainya yang oleh Muhammadiyah itu enggak cukup. Jadi Muhammadiyah menambah dengan ilmu agama, diajari bahasa Arab, diajari hadis, diajari Quran, tafsir, ” jelas Bachtiar.


Dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al-Hikmah PCM Bambanglipuro, Bantul, Minggu (9/7/2023), Bachtiar lalu menyebut jika dari fakta tersebut sekolah-sekolah di lingkungan Muhammadiyah sejatinya adalah sekolah dengan sistem pendidikan terpadu.


“Maka sekolah Muhammadiyah sejatinya Sekolah Islam yang sudah terpadu. Jadi kalau SD Muhammadiyah ya SD Muhammadiyah yang sejatinya sudah terpadu karena sudah ada pendidikan agamanya di dalam yang terintegrasi di dalam sistem pendidikan pengajaran di sekolah Muhammadiyah. Jadi kalau ada nama-nama sekolah di luar itu, misalnya Sekolah Dasar Terpadu Muhammadiyah, ora usah melu-melu (tidak usah ikut-ikut). Berarti sing melu-melu itu ra ngerti Muhammadiyah alias Muhammadiyah anyaran,” pesan Bachtiar.


Daripada memakaikan istilah Sekolah Islam Terpadu pada sekolah-sekolah Muhammadiyah, Bachtiar justru berpesan agar sekolah yang ada tersebut meningkatkan kualitas dan kurikulum pendidikannya.


“Jadi sekolah Muhammadiyah itu sudah terpadu. Sekarang tinggal ditingkatkan isi keterpaduan dari sekolah-sekolah Muhammadiyah yang kita cintai bersama itu,” pungkasnya. ***(afn)