Iklan

Iklan

,

Iklan

Muhammadiyah Tak Pernah Lelah Membangun Peradaban

Redaksi
Minggu, 26 Mei 2024, 10:22 WIB Last Updated 2024-05-26T03:22:52Z


BREBES – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (25/5/2024) hadir dalam Tabligh Akbar dan meresmikan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Larangan Brebes. Diantaranya yakni Gedung Panti Asuhan Putri Aisyiyah, Gedung TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Gedung Administrasi SMK Muhammadiyah Larangan, dan Gedung Dakwah PCM Larangan.


Haedar dalam tausyiahnya menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak kelahirannya pada tahun 1912 hadir sebagai gerakan Islam yang membawa pembaharuan dan kemajuan.


“Karena panggilan ilahi, Muhammadiyah hadir untuk menyebarluaskan, memajukan dan mewujudkan Islam sebagai dinul hadoroh, sebagai agama yang membawa kemajuan peradaban kehidupan umat manusia. Bukan hanya untuk umat muslim namun seluruh umat manusia,”jelas Haedar.


Haedar juga menjelaskan bahwa banyak narasi dalam Al Quran yang menekankan hal-hal kemajuan. Salah satunya yakni wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah bukan tentang salat, tetapi iqra(QS. Al Alaq 1-5). Iqra ini bukan hanya membaca secara verbal atau teks tapi juga membaca alam semesta, mengkaji, mengeksplorasi dan seluruh kegiatan berpikir.


“Wahyu pertama bukan salat tapi kita diperintah untuk membaca. Membaca apa saja, membaca alam semesta, membaca kitab, buku, dan semuanya. Iqra juga artinya berpikir, eksplorasi, proyektif, dan lain-lain,” kata Haedar.


Haedar dalam kesempatan tersebut turut mengajak bersama-sama membangun peradaban. Karenanya, upaya membangun peradaban tidak bisa dilakukan dengan meributkan hal yang bersifat domestik seperti cara makan, cara minum, cara berpakaian. Sebaliknya, umat diharapkan mulai merancang strategi jangka panjang yang filosofis dan praksis.


“Muhammadiyah tidak akan pernah lelah membangun peradaban dengan memberi solusi-solusi praktis dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan sekolah, rumah sakit, pesantren, panti asuhan, dan amal usaha lainnya tidak lain untuk menciptakan kemaslahatan umum,”jelas Haedar.


Haedar mengatakan apa yang dilakukan Muhammadiyah ini terus meluas dan mengalir serta menyebar di seluruh kawasan. Kesuksesan Muhammadiyah dalam membangun fasilitas-fasilitas sosial tidak lain berangkat dari jiwa, ruh, alam pikiran, dan tindakan paham Islam Berkemajuan.


“Dengan adanya paham ini,Persyarikatan dapat bergerak secara fleksibel menjawab tantangan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada titah Tuhan,”ungkap Haedar. 

Iklan