Iklan

UMBandung

Iklan

UMBandung
,

Iklan

Prof Abdul Mu’ti: Masjid Muhammadiyah Bukan Kaleng Biskuit!

Redaksi
Sabtu, 11 Mei 2024, 09:03 WIB Last Updated 2024-05-11T02:03:05Z


JAKARTA —
Muhammadiyah mengelola ribuan masjid. Hampir setiap ranting Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia sekurang-kurangnya memiliki satu masjid atau mushala. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengimbau agar masjid Muhammadiyah ini dirawat dengan baik. Bukan hanya kuantitasnya yang mesti dijaga, tapi mutu di dalamnya juga mesti dirawat.


Mu’ti menekankan perlunya menjaga baik luar maupun dalam masjid. Dalam pernyataannya, Mu’ti menggambarkan betapa pentingnya agar masjid Muhammadiyah tidak hanya menjadi sekadar “kaleng biskuit”. Istilah ini merujuk pada perbedaan substansial antara penampilan luar dan esensi yang sebenarnya. Pesannya jelas: masjid bukan sekadar bangunan, melainkan simbol dan wadah untuk pengamalan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan ajaran Muhammadiyah.


“Masjid Muhammadiyah harus dikelola dengan baik agar tidak seperti kaleng Kh*ng Gu*an. Luarnya biskuit, dalamnya rengginang. Namanya Masjid Muhammadiyah, amaliah ibadah dan kegiatan bertentangan dengan Muhammadiyah,” ucap Mu’ti dalam akun twitter atau X @Abe_Mukti pada Jumat (10/5/2024)..


Selain itu, Mu’ti juga berpesan agar seluruh elemen Muhammadiyah memakmurkan masjid. Mengadakan pengajian, rajin salat berjamaah, dan aktivitas-aktivitas lainnya. Hal ini guna mengantisipasi masuknya ideologi yang tidak sejalan dengan semangat Muhammadiyah. Dengan memakmurkan masjid, Muhammadiyah dapat senantiasa mengokohkan identitas keislaman yang sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya. 


Sejalan dengan Mu’ti, dalam Fatwa Tarjih juga disebutkan agar membawa serta anak-anak untuk ikut meramaikan masjid. Membiasakan diri untuk membawa anak ketika salat berjamaah ke masjid adalah permulaan yang baik dalam mendidik anak. Hal itu akan manjadikan anak lebih dekat dengan masjid, mengenal Allah, memperbagus akhlaknya, serta meluruskan perkataan dan perbuatannya.


Apabila ada anak-anak yang bermain-main di masjid, baik ketika salat jamaah berlangsung maupun tidak, jangan ditegur dengan teguran yang keras sehingga membuat anak trauma atau takut untuk pergi ke masjid, namun hendaknya dinasehati dengan lemah lembut agar anak tetap merasa nyaman untuk pergi ke masjid.***

Iklan