Iklan

Iklan

,

SMP Muhammadiyah Sapen Universal School Mulai Dibangun, Haedar: Jangan Betah di Zona Nyaman

Tim Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026, 21:41 WIB Last Updated 2026-10-27T14:41:54Z

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan amanat dalam peletakan batu pertama gedung SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (21/10/2026). (Foto: Dok. Humas UMY)

SLEMAN – Belum genap empat bulan SD Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) menerima murid pertamanya, Muhammadiyah sudah menyiapkan jenjang berikutnya. Rabu (21/10/2026), peletakan batu pertama gedung SMP MSUS digelar di kawasan Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Proyek ini digarap Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., hadir langsung memberikan amanat dan meletakkan batu pertama, didampingi sejumlah pimpinan Persyarikatan serta Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Rp50 Miliar, Siap Dipakai Juli 2027

Kepala SMP MSUS, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa UMY mengalokasikan dana sekitar Rp50 miliar untuk membangun gedung beserta interiornya. Sekolah ini berdiri di atas lahan kurang lebih 8.600 meter persegi, sementara asrama siswa direncanakan dibangun di lokasi terpisah.

Pengerjaan fisik diperkirakan memakan waktu sekitar delapan bulan. Targetnya, gedung sudah bisa digunakan saat kegiatan belajar mengajar perdana dimulai pada Juli 2027, bertepatan dengan tahun ajaran 2027/2028. Penerimaan siswa baru bahkan sudah dibuka lebih dulu melalui grand launching pada 16 Oktober 2026 di gedung SD MSUS.

Dari sisi kurikulum, MSUS memadukan standar internasional dengan nilai-nilai Islam berkemajuan. Sekolah ini bermitra dengan Cambridge, termasuk untuk pendampingan guru dan sistem asesmennya. Sejumlah guru disebut telah mengikuti pendampingan pengembangan kurikulum tersebut, dan jumlah tenaga pengajar akan ditambah seiring persiapan operasional.

Pesan Haedar: Masyarakat Selalu Menuntut Lebih

Dalam amanatnya, Haedar menyoroti harapan publik terhadap mutu pendidikan yang terus meningkat. Menurutnya, kondisi itu justru harus menjadi pemacu bagi Muhammadiyah untuk terus berbenah. Kualitas unggul, kata dia, berarti kualitas yang berada di atas rata-rata, dan SMP MSUS hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang terus bergerak.

Haedar mengingatkan bahwa capaian lebih dari satu abad tidak boleh membuat Persyarikatan berleha-leha. “Kita tidak ingin Muhammadiyah di Indonesia berada di zona nyaman,” tegasnya. Tantangan baru, menurutnya, diperlukan untuk menguji kemampuan sekaligus mendorong lompatan mutu.

Ia juga menekankan bahwa sekolah unggul tidak cukup ditopang gedung megah. Yang lebih menentukan adalah ekosistem pendidikan: kurikulum, kualitas guru, proses belajar, penguatan karakter, serta manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Karena itu, ia meminta SMP MSUS dipersiapkan dan dikelola dengan matang.

Kritik Itu Biasa, Sukses Tidak Instan

Haedar turut menyinggung kecenderungan publik yang lebih cepat menyorot kekurangan ketimbang menghargai proses. Ia menilai sikap kritis tetap penting, namun di era media sosial kritik kerap menjadi alat untuk mengejar viral. Pesannya kepada para pengelola amal usaha: jangan berkecil hati ketika yang dibangun dikritik, sebab itu bagian wajar dari perjalanan. Keberhasilan, menurutnya, selalu lahir dari kerja panjang dan konsisten, bukan sesuatu yang datang seketika.

Ia menutup amanatnya dengan menegaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah tidak dibangun untuk membesarkan organisasi semata, melainkan untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Haedar juga berterima kasih kepada PWM DIY, UMY, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan semua pihak yang mendukung pembangunan sekolah ini.

Di sela acara, Haedar juga menyampaikan masukan bagi pemerintah yang baru saja melewati dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia meminta pemerintah memprioritaskan program yang menyentuh kebutuhan orang banyak, terutama pendidikan dan ekonomi, menjalin komunikasi publik yang terbuka, serta menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan perbaikan.

Dukungan Pemda dan ‘Aisyiyah

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik kehadiran sekolah ini dan menyatakan Pemkab Sleman siap mendukung proses pembangunannya. Menurutnya, SMP MSUS akan menambah pilihan pendidikan bermutu sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerahnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah. Ia memandang pendirian MSUS sebagai ikhtiar Muhammadiyah mencetak generasi unggul yang mampu membawa bangsa lebih berkemajuan, dan mengajak orang tua mempertimbangkan SMP MSUS sebagai kelanjutan dari SD MSUS.

Dari SD hingga Rencana SMA

SMP ini merupakan kelanjutan dari SD MSUS yang batu pertamanya diletakkan pada Mei 2025, diresmikan awal Juli 2026, dan mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Sejak awal, Muhammadiyah merancang MSUS sebagai jalur pendidikan berjenjang dengan mutu yang konsisten. Setelah SMP, pengembangannya direncanakan berlanjut hingga jenjang SMA. (*)


Sumber: Republika, Maklumat, detikJogja, PWMU.CO, RRI, PP ‘Aisyiyah, Gerbang Patriot, Top Konstruksi, Kombi. Foto: Dok. Humas UMY.