Indonesia Negeri Banyak Bencana! Inilah Tips Pencegahannya

Notification

×

Iklan

Iklan

Indonesia Negeri Banyak Bencana! Inilah Tips Pencegahannya

Sabtu, 17 Desember 2022 | 09:21 WIB Last Updated 2022-12-17T02:21:34Z


BANDUNG
— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah selesai melakukan verifikasi dan validasi data bencana sepanjang tahun 2021 dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota. 


Data yang dihimpun dari seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selama tahun 2021 telah terjadi terjadi 5.402 kejadian bencana, dan 99,5% dari kejadian sepanjang tahun 2021 merupakan bencana hidrometeorologi.


Jumlah kejadian tersebut didominasi antara lain bencana banjir yang terjadi 1.794 kejadian, 1.577 cuaca ekstrem, 1.321 tanah longsor, 579 kebakaran hutan dan lahan, 91 gelombang pasang dan abrasi, 24 gempa bumi, 15 kekeringan dan 1 erupsi gunung api. 


Dampak dari kejadian tersebut adalah 728 orang meninggal dunia, 87 orang hilang, 14.915 luka-luka, 7.630.692 menderita dan mengungsi, 158.658 rumah rusak, 4.445 fasilitas umum rusak, 664 kantor rusak, dan 505 jembatan rusak.  


“Bencana-bencana yang terjadi ini juga menimpa di daerah-daerah yang didominasi oleh warga Muhammadiyah. Di Jawa menjadi pula yang paling rentan, karena penduduknya padat, banyak lingkungan terbangun, desa-desa sudah semakin berkurang,” ucap Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PP ‘Aisyiyah Rahmawati Husein dalam Gerakan Subuh Mengaji (GSM) ‘Aisyiyah Jawa Barat pada Jumat (16/12/2022).


Setelah memaparkan data-data kebencanaan, Rahmawati kemudian memberikan pesan-pesan penting untuk pencegahan bencana. Dalam pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS), hal-hal yang perlu diperhatikan ialah menjaga kebersihan air sungai, tidak membuang sampah dan limbah sisa kegiatan rumah tangga dan industri di sungai, menghentikan kebiasaan buang air sembarangan di sungai, menanam pohon dan melakukan penghijauan di sekitar daerah aliran sungai yang gundul, dan melestarikan hutan di hulu sungai agar tidak terjadi longsor.


Sementara itu, dalam usaha menanggulangi kekeringan, Rahmawati mengimbau agar: membangun atau melakukan rehabilitasi terhadap jaringan irigasi, pembuatan waduk buatan di beberapa daerah, memelihara dan melakukan rehabilitasi terhadap konservasi lahan maupun air, melakukan sosialisasi untuk penghematan air, dan peboisasi hutan dan penghijauan di area pemukiman warga maupun di jalan besar.


Dalam melestarikan lingkungan untuk mencegak kebakaran hutan dan lingkungan (karhutla), Rahmawati memberikan tips agar: hindari membakar sampah di lahan atau hutan. 


Terutama saat angin kencang, berikan jarak tempat pembakaran sampah dari bangunan sekitar 50 kaki dan sejauh 500 kaki dari hutan, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area hutan atau lahan, apalagi jika masih menyala yang berisiko memicu terjadinya kebakaran, tidak membuat api unggun di area yang rawan, dan lain-lain.***