Iklan

Iklan

,

Iklan

Yuk Waspadai Musim Hujan, Musim Tinggi Risiko Demam Berdarah!

Redaksi
Jumat, 09 Desember 2022, 15:31 WIB Last Updated 2022-12-09T08:31:25Z


YOGYAKARTA
— Musim hujan dapat meningkatkan risiko terjadinya demam berdarah. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah nyamuk yang dapat menularkan virus penyebab demam berdarah. Demikian disampaikan Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Desita Dyah Mukti Adityaningrum.


Menurut Desita, nyamuk pembawa virus ini dikenal dengan Aedes aegypti. Perawakan nyamuk ini dapat dikenali dengan ciri-ciri seperti badan kecil dan kaki panjang, serta memiliki garis hitam dan putih pada sayap dan badannya. Selain itu, nyamuk ini juga dapat dikenali dengan tanda bintik hitam di bagian bokongnya.


“Kondisi musim hujan ini cukup banyak risiko demam berdarah. Mayoritas penyakit ini dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti,” ucap Desita dalam talkshow tentang Musim Hujan Waspada Demam Berdarah yang diselenggarakan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis (08/12).


Indonesia adalah negara tropis yang memiliki iklim yang cocok untuk perkembangan nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah. Sehingga di luar musim hujan sekalipun, banyak yang menderita penyakit ini. 


Dengan adanya musim hujan, akan semakin banyak jumlah pasien demam berdarah disebkan kelembaban udara dapat membuat lingkungan semakin cocok bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti.


“Di luar musim hujan seperti di bulan-bulan Mei atau Juni, pasien demam berdarah tetap ada. Namun jumlahnya akan meningkat karena genangan air semakin banyak, sehingga nyamuk mudah bertelur dan meningkatkan jumlah,” ucap Desita.


Selain itu, faktor sosial dan lingkungan juga mempengaruhi tingginya risiko terjadinya demam berdarah di Indonesia. Kurangnya kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan air yang tertimbun, yang merupakan tempat bertelurnya nyamuk.


Oleh karena itu, Desita mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa langkah preventif, seperti menguras air yang tertimbun di sekitar rumah, memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar, terutama dalam mengelola sampah dan membuang air bekas secara bijak, dan menggunakan obat pengusir nyamuk. 


Penting juga agar senantiasa menjaga kekebalan tubuh dengan cara mengonsumsi makanan sehat, olahraga rutin, dan tidur cukup. Segera mencari pertolongan medis jika muncul gejala-gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, atau pendarahan pada kulit. ***

Iklan

UMBandung