Green Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah

Notification

×

Iklan

Iklan

Green Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah

Jumat, 23 September 2022 | 08:42 WIB Last Updated 2022-09-23T01:42:34Z


Oleh: HENING PARLAN,
Koordinator Lingkungan LLHPB PP Aisyiyah


Green Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ialah gagasan dimana dalam muktamar Muhammadiyah–Aisyiyah jadi event "zero waste" dengan meminimalisir sampah; baik sampah plastik, sampah makanan, sampah perlengkapan dan peralatan. 


Komitmen Muhammadiyah–Aisyiyah di Solo sebagai momentum menampilkan wajah Islam yang bersih, indah dan bermartabat. Kegiatan dilakukan oleh semua pihak yang hadir ke Muktamar baik peserta maupun penggembira.


Tujuan Green Aisyiyah dan Muhammadiyah: 


1. Manusia sebagai khalifah fil ‘ardh.

2. Menyelamatkan bumi.

3. Menyelamatkan generasi. 

4. Mengurangi Risiko.


Cara Menghitung Sampah Individu


Berapa jumlah sampah yang dihasilkan setiap orang? Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui bahwa pada 2020 total produksi sampah nasional telah mencapai 67,8 juta ton. Artinya, ada sekitar 185.753 ton sampah setiap harinya dihasilkan oleh 270 juta penduduk. Atau setiap penduduk memproduksi sekitar 0,5 - 0,68 kilogram sampah per hari. 


Cara menghitung sampah ? Apabila tidak pernah dilakukan sampling, gunakan SNI 3242-2008 untuk memperkirakan volume timbulan sampah: untuk Kota Besar 3 liter/orang/hari dan Kota Kecil 2,5 liter/orang/hari. Sedangkan untuk berat jenis sampah, gunakan asumsi 200-300 kg/m3 (0.2 – 0.3 kg/liter).


Langkah Zero Waste dalam Muktamar


1. Pelarangan penggunaan kantung plastic bagi semua peserta dan pengunjung Dapur umum yang lebih green (masakan, piring, dll)

2. Mendaur ulang sampah non organik.

3. Wajib membawa tumbler dan penyediaan galon-galon minuman.

4. Pelarangan membuang sampah makanan.

5. Membawa bekal dan botol serta air minum dari rumah apabila bepergian. 

6. Menggunaan produk yang ramah lingkungan.

7. Menghemat listrik dan air disemua event. 


3 Pilar Green Muktamar


1. Awareness. Mempercakapkan green muktamar ke seluruh komponen Muhammadiyah dan Aisyiyah.


2. Inovasi. Melahirkan inovasi2 dan kreatifitas dalam Gerakan, misalnya bikin tumbler, tas kain, system pengolahan sampah, menampilkan model2 dari berbagai wilayah dll.


3. Aksi. Dilaksanakan sebelum dan saat pelaksanaan. Mulai dari pemberikan Informasi yang dilakukan melalui panitia, penyiapan perangkat (SOP, Spanduk, pemasangan kampanye, pelaksanaan dapur umum, dll).


Langkah Kongkrit:


Kelembagaan: artinya Gerakan green muktamar ini harus dilembagakan melalui panitia Muktamar dengan surat keputusan, SOP, dan lainnya.


Implementasi/Pelaksanaan daam berbagai bidang: dapur umum, persidangan, penjualan souvenir, sarana dan prasarana dll.