Iklan

Iklan

,

Iklan

Ojekmu Layanan Penggembira Muktamar Muhammadiyah, Layakkah Jadi Perusahaan Start Up Digital?

Redaksi
Jumat, 25 November 2022, 13:09 WIB Last Updated 2022-11-28T08:52:20Z


SURAKARTA
— Tidak bisa dipungkiri, kehadiran jutaan warga Muhammadiyah di Solo Raya berdampak positif dalam peningkatan dan perputaran ekonomi warga Solo Raya.


Kenyataan tersebut dirasakan oleh Khusnul Hadi, warga Kota Solo yang bergabung dengan Ojekmu, sebuah kelompok tukang ojek yang dibuat oleh Panitia Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah untuk memudahkan aksesibilitas penggembira dalam mengunjungi venue-venue Muktamar 48.


Melnasir laman Muhammadiyah.or.id, Khusnul Hadi menceritakan bahwa, sebelum Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah dirinya sehari-hari bekerja untuk jasa laundry.


“Keseharian saya laundry mas, tapi kemudian ada yang share info Ojekmu Muktamar ini saya daftar, ini peluang bagi saya untuk menambah pendapatan. Saya juga ingin memeriahkan muktamar,” ucapnya.


Ketika ditanya jumlah rupiah yang berhasil dia kumpulkan per hari ketika memberikan jasa ojek, Khusnul tidak menyebut nominal secara pasti. Tapi dia menyebut minimal Rp.150.000 per hari, bahkan temannya yang juga bergabung di Ojekmu ketika di hari Pembukaan Muktamar 48, berhasil mengumpulkan di atas Rp. 500.000 dalam sehari.


Terkait dengan penentuan tarif harga yang ingin memakai jasa Ojekmu, Panitia Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah sebesar Rp. 10.000 untuk satu kilo meter pertama, dan ditambah Rp. 5.000 setiap satu kilo meter selanjutnya.


“Tarif ini telah ditentukan oleh panitia muktamar, mas. Sebenarnya kita bisa aja menaikkan tarif itu, tapi nggak lah, kita sudah merasa cukup dan kasihan mereka itu dari jauh-jauh dan kita nggak tahu uangnya yang dibawa ke sini.” Tuturnya.


Khusnul Hadi menyampaikan terima kasih ke Muhammadiyah, sebab dengan adanya Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah dirinya bisa menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.


Selain itu, Khusnul juga bersyukur dengan adanya dapur umum. Sebab dirinya bisa makan di sana bersama teman-teman Ojekmu yang lain. Keberadaan dapur umum juga menghemat pengeluarannya untuk makan.


Layakkah Jadi Perusahaan Start Up?


Melihat potensi ekonomi ojekmu ini, pertanyaannya layakkah dibikin aplikasi ojekmu yang diperuntukkan bagi warga Muhammadiyah dan Non-Muhammadiyah, sehingga gerakan dakwah Muhammadiyah bisa menyasar berbagai kelas ekonomi?  


Silakan komentar ya...Ojekmu, Layanan Antar-Jemput Muhammadiyah!

Iklan

UMBandung