Abdul Wahab, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram Periode 2022-2026

Notification

×

Iklan

Iklan

Abdul Wahab, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram Periode 2022-2026

Kamis, 22 Desember 2022 | 08:36 WIB Last Updated 2023-02-26T04:20:21Z


MATARAM
— Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kini resmi memiliki Rektor baru untuk periode 2022-2026. Kepastian tersebut didapatkan setelah dilantiknya Abdul Wahab oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Achmad Jainuri pada, Rabu (21/12/2022).


Proses pelantikan yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT tersebut disaksikan secara langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto dan Ketua PWM NTB, Tuan Guru Falahuddin. Rektor UMMAT, Abdul Wahab resmi dilantik menggantikan rektor sebelumnya yakni Arsyad Abdul Gani.


Arsyada Abdul Gani dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan bantuan dari seluruh civitas akademika selama masa jabatannya 2018-2022. Dia juga menyampaikan selamat kepada rektor baru, dia berharap capaian prestasi yang baik terus diperbaiki dan ditingkatkan.


“Selamat semoga hari ini menjadi pintu gerbang menuju jalan masa depan yang gemilang di bawa rida Allah SWT.” Ucapnya.


Sementara itu, Abdul Wahab menyampaikan terima kasih atas segala dukungan yang diberikan untuk menyongsong masa depan UMMAT. Prestasi yang telah dicapai oleh UMMAT pada periode sebelumnya menjadi bekal yang luar biasa dalam menyongsong masa depan itu.


Dia berharap ke depan UMMAT tetap menjadi tempat yang nyaman bagi berbagai kegiatan intelektual dan kebudayaan. UMMAT diharapkan juga menjadi tempat lahirnya gagasan kritis untuk kebaikan dengan tetap mengedepankan keharmonisan, kebersamaan dan persatuan.


Selain itu, sebagaimana pada masa sebelumnya UMMAT ke depan juga tetap berkomitmen menjadi universitas berkemajuan untuk kawasan ASEAN, dan bahkan dunia secara global. Tentu hal ini dengan melakukan perbaikan dari internal, sekaligus menjalin kerjasama dengan pihak eksternal.


“Untuk mewujudkan kontribusi terbaiknya, UMMAT sangat membutuhkan jalinan kemitraan yang strategis baik itu pemerintah pusat, daerah, pelaku bisnis, lembaga riset dan perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.


Sebagaimana yang disampaikan oleh rektor sebelumnya, Abdul Wahab kembali menegaskan bahwa keberadaan UMMAT adalah untuk kemajuan umat, bangsa dan negara. Kemitraan yang dibangun oleh UMMAT dengan berbagai pihak termasuk pemerintah adalah upaya untuk membangun peradaban umat, bangsa dan negara.


Ucapan selamat juga disampaikan oleh Ketua PWM NTB, Tuan Guru Falahuddin atas dilantiknya Rektor UMMAT periode 2022-2026. Dia berharap kepada seluruh calon yang tidak terpilih untuk berkolaborasi memajukan UMMAT di kepemimpinan periode 2022-2026 ini.


PP Muhammadiyah Sampaikan Tahniah


Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto menyampaikan tahniah atas dilantiknya Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Abdul Wahab untuk periode 2022-2026.


Ucapan tersebut disampaikan Agung pada, Rabu (21/12/2022) di acara Pelantikan Rektor UMMAT periode 2022-2026 di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT. Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada rektor sebelumnya yang telah berhasil menjaga kondusifitas dan mencatatkan prestasi luar biasa bagi UMMAT.


Di tengah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat adanya pandemi covid-19, imbuh Agung, di UMMAT sama sekali tidak ada itu. Menurutnya ini juga prestasi yang luar biasa, ditambah lagi dengan jumlah mahasiswa yang diterima juga relatif stabil.


“Ini juga merupakan suatu hal yang patut kita syukuri, kita acungi jempol untuk pak Arsyad (Rektor UMMAT 2018-2022), belum lagi prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh UMMAT,” ungkapnya.


Sementara itu, kepada rektor UMMAT terpilih, Abdul Wahab, mewakili PP Muhammadiyah menyampaikan tahniah atau selamat semoga dalam periode kepemimpinan ke depan UMMAT menjadi semakin baik dan berkemajuan, serta berkeunggulan.


Agung berpesan dalam memimpin Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) termasuk di bidang pendidikan supaya dengan gembira dan bahagia untuk memajukan AUM tersebut. hal itu selaras dengan tujuan awal berdirinya Muhammadiyah yaitu memajukan dan menggembirakan umat Islam.


“Sehingga dalam bermuhammadiyah di samping kita ingin maju, Muhammadiyah itu juga sifatnya menggembirakan. Sehingga kita harus banyak gembira, banyak senyum dan lain sebagainya,” ucapnya.


Ajaran tersebut juga terinspirasi dari An Nahl ayat 125, di mana perintah untuk mengajak manusia ke jalan Tuhan itu bukan hanya dengan amar ma’ruf nahi munkar, tetapi juga melalui jalan hikmah, teladan dan pengajaran yang baik.


“Dan kalau harus ada perdebatan lakukanlah dengan yang sebaik-baiknya, itu lebih nyaman daripada di tengah jalan sambil main tangan.” Imbuhnya.


Terhadap kemungkaran, ucap Agung, diperintahkan tidak boleh diam saja, akan tetapi bergerak seperti apa itu yang harus dipikirkan matang-matang. Bukan langsung bergerak dengan kekerasan, dan juga tidak hanya dengan ucapan saja.***