Iklan

Iklan

,

Iklan

Mantap! Segera Berdiri Universitas Muhammadiyah Maumere

Redaksi
Senin, 09 Januari 2023, 13:30 WIB Last Updated 2023-02-26T04:18:37Z


SIKKA
— Keresiusan tampak jelas di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Maumere untuk beralih status menjadi universitas ditandai dengan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung IKIP Muhammadiyah Maumere dan MoU pembaruan dengan UHAMKA.


Rektor IKIP Muhammadiyah Maumere, Erwin Prasetyo seusai peletakan batu pertama bersama dengan Rektor UHAMKA pada, Sabtu (7/1/2023) menuturkan bahwa agenda peletakan batu pertama ini merupakan fondasi kesungguhan untuk beralih status menjadi universitas.


Erwin menambahkan, bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan proses pengajuan berkas peralihan status dari institut ke universita di kementerian. Gedung baru yang akan dibangun ini rencananya akan menjadi lokasi belajar dan keperluan lain bagi civitas akademika IKIP Muhammadiyah Maumere.


“Gedung ini akan menjadi tempat kuliah mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere dan juga aktivitas lainnya sebagai bentuk kesiapan kami menjadi universitas.” Ungkapnya.


Sementara itu terkait dengan ditekennya MoU pembaruan antara IKIP Muhammadiyah Maumere dengan UHAMKA, Erwin menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari bangun rancang IKIP Muhammadiyah Maumere untuk rencana peralihan status IKIP menjadi Universitas Muhammadiyah Maumere.


“Karena itulah, IKIP Muhammadiyah Maumere perlu belajar kepada Uhamka yang sudah maju dan besar dalam meraih akreditasi Unggul.” Imbuh Erwin.


Di sisi lain, Rektor UHAMKA, Prof. Gunawan Suryoputro menyatakan siap membantu IKIP Muhammadiyah Maumere. Dukungan yang diberikan oleh UHAMKA menurutnya sesuai dengan arahan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk saling berta’awun.


“PTM yang ada di daerah harus kita bantu sebagai bentuk ta’awun dan semangat bersama, maka pesan tersebut selalu saya ingat dan alhamdulillah hari ini bisa berkunjung ke IKIP Muhammadiyah,” tuturnya.


Selain itu, MoU pembaharuan Uhamka dan IKIP Muhammadiyah Maumere dalam bidang catur dharma ditambah poin baru yakni merdeka belajar Tenaga Kependidikan PTMA. Prof. Gunawan menambahkan, merdeka belajar Tenaga Kependidikan atau karyawan penting dilakukan sebagai penunjang operasional di kampus.


Sebagai contoh, tenaga kependidikan di IKIP Muhammadiyah Maumere bidang Humas dan Protokoler ingin belajar pengelolaan Humas dan Protokoler di Uhamka, maka dilakukan proses belajar tersebut dengan best practice selama 1 bulan atau 3 bulan kerja di Uhamka belajar langsung.


“Jadi bukan sekadar studi banding atau benchmarking, tapi terjun langsung. Hal ini tentu hasil maksimal bisa didapatkan, mulai dari cara, aturan, dan SOP, serta praktiknya akan didapatkan dengan baik. Jadi tidak sekedar proses administrasi saja,” ujarnya.


Gunawan menambahkan, dalam program ini juga akan memberikan efek kejut kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan jaringan bagi mereka untuk bisa berkembang dengan cepat, karena tenaga kependidikan tumbuh dengan lingkungan baru, orang baru, dan juga sistem baru.***

Iklan