Iklan

buku

Iklan

buku
,

Iklan

Program Pagi Ceria: Pembiasaan Hidup Sehat dan Optimisme Anak

Redaksi
Minggu, 01 Februari 2026, 14:29 WIB Last Updated 2026-02-01T07:29:25Z


CIANJUR –
SD Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur menggelar kegiatan Pagi Ceria pada Sabtu (31/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti.


Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa program Pagi Ceria telah dilaksanakan sejak Desember 2024. Program ini mengacu pada edaran bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Agama, yang menganjurkan pelaksanaannya di sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM).


Menurutnya, pelaksanaan Pagi Ceria bersifat fleksibel, dapat dilakukan setiap hari, dua kali sepekan, atau sekali sepekan. Tujuannya adalah membiasakan anak-anak menjalani pola hidup sehat sejak dini.


Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menyampaikan empat pesan utama kepada para siswa. Pesan pertama adalah pentingnya memiliki cita-cita dan harapan sebagai bekal menatap masa depan.


“Pertama, jadilah anak-anak yang memiliki cita-cita. Jadilah anak-anak yang memiliki harapan terhadap masa depan,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa cita-cita harus disertai sikap optimistis dan kerja nyata. Menurutnya, ciri orang beriman adalah memiliki keyakinan bahwa masa depan akan lebih baik daripada masa lalu dan masa kini, serta terus berusaha untuk mewujudkannya.


Pesan kedua berkaitan dengan kepercayaan diri dan ketekunan dalam mengasah bakat. Mu’ti menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda.


“Kedua, percaya diri. Jadilah anak-anak yang percaya diri, karena kalian semua memiliki bakat dan kemampuan, meskipun bakatnya berbeda-beda. Tekunilah bakat kalian,” pesannya.


Ia mengingatkan bahwa keunggulan tidak selalu berada pada aspek akademik. Ada anak yang unggul di bidang olahraga, seni, maupun keterampilan lainnya. Dalam konteks identitas sekolah, ia menekankan bahwa kreativitas menjadi modal penting di masa depan.


“Sekolah ini dinamai sekolah kreatif, karena di masa depan orang-orang yang mampu bertahan adalah mereka yang kreatif,” ungkapnya.


Pesan ketiga menekankan pentingnya kesabaran dalam meraih cita-cita. Menurut Mu’ti, tidak ada keberhasilan yang dapat diraih secara instan. Proses, termasuk kegagalan, merupakan bagian dari pembelajaran yang membentuk ketangguhan.


“Apa yang kita inginkan tidak bisa diraih dalam waktu singkat. Kegagalan adalah bagian dari proses yang menjadikan kita manusia yang tahan uji dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.


Ia kemudian memberikan ilustrasi bahwa untuk menjadi seorang dokter, misalnya, dibutuhkan proses belajar yang panjang dan kesabaran yang tinggi.


Pesan keempat adalah pentingnya doa restu orang tua serta penghormatan kepada guru. Mu’ti mengingatkan para siswa untuk senantiasa meminta doa orang tua dan menghormati guru-guru yang telah membimbing mereka.


“Mintalah doa restu orang tua dan hormati mereka. Hormati guru-guru kalian, karena doa bapak dan ibu guru adalah doa yang mengantarkan kesuksesan,” tegasnya.


Di akhir pesannya, Mu’ti menyimpulkan bahwa pembiasaan melalui kegiatan Pagi Ceria serta penerapan empat pesan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi unggul.


“Jika empat pesan tadi diterapkan, insyaAllah kalian akan menjadi Anak Indonesia Hebat,” pungkasnya.

Iklan